Sudahkah Berperan Untuk Melestarikan Hutan?

Sudahkah Berperan Untuk Melestarikan Hutan? – Dunia saat ini sudah semakin menua, jika membuka layar televisi atau media elektronik sudah pasti ada saja berita tentang bencana alam yang terjadi, bayangkan saja di tahun 2018 ada 80 juta orang yang terdampak cuaca extrem dan di Indonesia sendiri ada 2481 bencana alam yang terjadi dalam tahun tersebut dengan jumlah korban hingga 10 juta jiwa yang menderita dan mengungsi, lalu apa penyebabnya? sudah pasti karena ulah manusia itu sendiri yang tak mampu menjaga bumi yang telah menua ini.

Blogger Pontianak dalam acara Forest Talk yang dilaksanakan Oleh Yayasan Dr. Sjahrir

Beberapa waktu lalu saya dan beberapa teman dari Komunitas Blogger Pontianak menghadiri event dari yayasan Dr. Sjahrir, mereka mengundang blogger di Kalimantan Barat khususnya Pontianak untuk berdiskusi mengenai “Menuju Pengelolaan Hutan Lestari”. Pontanak sendiri terpilih dari beberapa kota yang telah dikunjungi sebelumnya seperti Jakarta dan Palembang. Diskusi ini memang sangat menarik apalagi hutan di Indonesia merupakan hutan yang menduduki urutan ketiga terluas di dunia dengan hutan tropis, sedikit banyak Indonesia bisa menjadi penyelamat dari perubahan iklim di dunia yang sudah semakin memprihatinkandan menimbulkan banyak sekali bencana alam. Perubahan Iklim yang tampak bisa kita lihat dari tinggi muka air laut yang meningkat akibat suhu global yang semakin panas sehingga membuat es di kutub utara meleleh ucap Dr. Amanda Katili Niode selaku Manager Climate Reality Indonesia di acara Forest Talk with Blogger Pontianak.

Dr. Amanda Katili Niode, Manager Climate Reality Indonesia

Kalimantan menjadi salah satu daerah penyebab perubahan iklim itu terjadi jika kita tidak bisa mencegahnya, hal tersebut diungkap oleh World Wildlife Fund dimana mereka memprediksi Kalimantan akan kehilangan 75% luas wilayah hutan yang dimiliki pada tahun 2020 menyusul semakin tingginya laju deforestasi. Perihal ini telah diungkapkan dalam laporan tahunan tentang situasi lingkungan di kalimantan yang dipublikasikan WWF Indonesia serta Malaysia.

Bayangkan dari sekitar 74 juta hektar hutan yang dimiliki Kalimantan, hanya 71% yang saat ini tersisa pada tahun 2005. Sementara jumlahnya pada 2015 menyusut menjadi 55%. Apabila laju penebangan hutan tidak berubah secara signifikan, Pulau Kalimantan diyakini akan kehilangan 6 juta hektar hutannya hingga 2020, itu berarti hanya kurang dari sepertiga luas hutan yang tersisa.

Apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan hutan?

Hutan merupakan jawaban demi menekan perubahan iklim yang kian parah, Hutan memiliki fungsi klimatologis atau mengatur iklim. Dengan adanya hutan yang belum terekpolitasi, maka kelembaban dan suhu dari udara bisa tetap stabil dan selalu terjaga. Selain itu, fungsi dari hutan juga dapat mempengaruhi tingkat penguapan air di dalam tanah. Akibat hutan yang kian parah rusaknya dapat menyebabkan terjadinya bencana-bencana yang saat ini banyak terjadi, adanya illegal logging serta pembukaan lahan secara masif oleh masyarakat juga menjadi faktor penyebab perubahan iklim seperti yang di paparkan oleh Dr. Atiek Widayati dari Tropenbos Indonesia di forest talk Pontianak kemarin.

Dr. Atiek Widayati dari Tropenbos Indonesia

Lalu apa yang bisa kita lakukan agar kerusakan hutan tidak semakin parah? pengembalian fungsi hutan dengan reboisasi merupakan salah satu jawabannya, hutan dikembalikan seperti asal dan fungsinya untuk menyerap karbondioksida dan penyedia oksigen segar untuk mahluk hidup.

Totebag kece yang dicetak dengan teknik Eco Print dari Wongkito Palembang

Bangga dengan produk olahan alam juga bisa membantu melestarikan hutan, seperti yang dilakukan oleh yayasan Dr. Sjahrir dengan membawa langsung totebag kece yang dicetak dengan teknik Eco Print dari Wongkito Palembang, selain itu isi dari totebag ini sendiri juga produk lokal hasil dari Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang merupakan program dari APP sebuah anak perusahaan dari Sinar Mas Grub.

Tujuan dari DMPA sendiri untuk menciptakan kesadaran masyarakat desa tentang bahayanya perusakan hutan serta membuat mandiri masyararakat desa dalam pemanfaatan hasil hutan. Nah beberapa isi totebag tersebut ada Madu kelulut yang merupakan hasil dari DMPA di Kubu Raya serta produk kopi yang juga berasal dari Kubu Raya selain produk diatas masih banyak produk DMPA dari desa-desa lainnya.

Pak Dito Cahya Renaldi selaku Social Impact & Community Depelopment dari APP region Kalbar

Selain itu di forest talk ini para blogger juga dapat melihat pameran mini dari hasil hutan Kalimantan. Banyak sekali produk yang di pamerkan mulai dari kain tenun ikan kepala khas dari kabupaten Sintang, mentega yang terbuat dari sari buah tengkawang, abon dari ikan lele hingga kerajinan kayu yang memiliki nilai jual yang lumayan tinggi.

Beberapa produk lokal olahan dari hasil hutan

Beberapa produk hasil Desa Makmur Peduli Api

Terakhir para blogger juga diperlihatkan pemanfaatan produk hutan kalimantan untuk konsumsi, disini pihak dari yayasan Dr Sjahrir membuat demo masak yang dilakukan oleh Chef di hotel tempat kami melangsungkan forest talk ini. Olahan dari Madu dan Jamur menjadi menu yang ditampilkan hasilnya para blogger tampak antusias apalagi sang chef juga langsung membagikan ilmu yang ia punya kepada para blogger yang menonton.

Bagaimana? sudah siap melakukan perubahan untuk bumi tempat kita hidup? hal tersebut bisa kita mulai sekarang dengan melakukan hal-hal diatas mungkin terlihat sepele namun setidaknya kita telah berperan aktif demi bumi kita tercinta ini. Perubahan iklim bukan ilusi semua itu nyata dan dampaknya telah kita lihat, jadi ayo #LestarikanHutan 

Share
Mei 5, 2019 - Posted by Blogsteguh - 2 Comments
Seorang Blogger yang merangkap menjadi Engineer dari kota Pontianak, Kadang ngeselin kadang Ngangenin. Suka? Email aja ke Blogteguhs@gmail.com

2 Responses to “Sudahkah Berperan Untuk Melestarikan Hutan?”

  1. Ega Tiara berkata:

    Totebag nya kece banget ya..
    Saya sudah membuktikan selain totebag, hasil-hasil hutan memang benar-benar banyak sekali manfaatnya. Apalagi jika menikmati langsung di daerah yg masih sangat terjaga. Semoga makin banyak orang-orang yg sadar untuk menjaga hutan. Aamiin..

  2. iib berkata:

    Alhamdulillah bang sejak lama saya udah membiasakan untuk mengkantongi sampah kalau sedang tidak ada tempat sampah disekitar saye. semoge itu salah satu cara yg bise dilakukan untuk menjaga lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.