Waterfront Tepian Sungai Kapuas, Tak Kalah dari Waterfront Kuching?

Jika kalian sedang berkunjung ke Kalimantan Barat, tepatnya di Pontianak waterfront di tepian kapuas adalah satu tempat yang harus kalian kunjungi karena mulai dari aliran sungai kapuas yang menenangkan serta keanekaragaman budaya sekitar menjadi salah satu hal yang harus kalian saksikan secara langsung apalagi saat menelusurinya ada saya yang menemani *tsah

Lalu apa saja yang bisa kita temukan saat di waterfront tepian kapuas?Pertama kita mulai berjalan di Alun alun kapuas, Taman Alun Kapuas sendiri merupakan salah satu lokasi wisata di kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat. Karena letaknya di tengah kota hal ini membuat Taman Alun Kapuas bisa dikunjungi dari arah mana saja, maka wajar saja jika hampir setiap harinya lokasi ini ramai dikunjungi oleh masyarakat yang datang bersama keluarga dan sesekali tampak wisatawan asing datang ke tempat ini. Taman ini merupakan salah satu proyek ‘Waterfront City’ dari Pemerintah Kota Pontianak jika kalian tak sempat berkunjung ke Tugu Khatulistiwa disini juga terdapat miniatur tugu khatulistiwa yang mungkin bisa mengobati rasa penasaran anda.

Selanjutnya kalian bisa menelusuri waterfront yang ada di samping alun-alun sungai kapuas, dengan pemandangan aliran sungai yang menenangkan membuat hati yang gelisah menjadi kembali tenang haha..

Pelabuhan Senghie

Tak sampai 200 meter dari alun-alaun kapuas terdapat pelabuhan senghie, pelabuhan ini merupakan pelabuhan tertua di Kota Pontianak disini kalian bisa melihat aktivitas para pedagang bertransaksi dan disini kalian juga akan melihat Kapal Bandong yang bersandar dan konon katanya ini merupakan satu-satunya dermaga Kapal Bandong di Dunia, Kapal Bandong sendiri demikian sebutan masyarakat Kalimantan Barat untuk kapal ini merupakan kapal yang terbuat dari kayu, dengan panjang sekitar 20 meter, dan lebar 12 meter, dirancang semirip mungkin seperti rumah terapung.

Ada tiga bagian di kapal ini. Bagian depan digunakan sebagai ruang kemudi. Bagian tengah digunakan sebagai tempat menyimpan barang bawaan yang dapat menampung hingga ratusan ton barang serta dilengkapi kamar untuk istirahat pemilik kapal. Di era 1970-an kapal bandong ini pernah menapaki puncak kejayaannya di sepanjang aliran sungai Kapuas. Orang maupun barang, diangkut menggunakan kapal ini menyusuri sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia.

Mulai dari Kota Pontianak hingga ke daerah-daerah pedalaman di Kabupaten Sanggau, hingga Kapuas Hulu, dikarenakan pada saat itu akses jalan dan angkutan darat belum memadai serta masih sangat langka. Untuk sampai ke Kapuas Hulu dari Pontianak butuh waktu 7-10 hari perjalanan karena disetiap kabupaten kapal ini singgah untuk memindahkan barang dagangan yang dibeli dari Pontianak.


Vihara Bodhisatva Karaniya Metta

Masih di komplek pelabuhan senghie terdapat sebuah Vihara Bodhisatva Karaniya Mettayang merupakan vihara pertama yang ada di Pontianak
Di atas gapura masuk vihara terdapat keterangan yang menunjukkan tahun 1829 M sebagai periode vihara ini.

Arsitektur yang masih dipertahankan dari masa kemasa membuat daya tarik tersendiri pada vihara ini jika kalian ingin tahu siapa orang tionghua kaya di Pontianak, lihatlah lilin mana yang paling besar yang ada di Vihara ini yang harganya bisa mencapai ratusan juta sepasang.

Bagaimana cukup menarik bukan? tak kalah dari waterfront Kuching juga loh dan disini lebih banyak sejarah yang kalian dapatkan.

Share
Jan 30, 2019 - Posted by Blogsteguh - No Comments
Seorang Blogger yang merangkap menjadi Engineer dari kota Pontianak, Kadang ngeselin kadang Ngangenin. Suka? Email aja ke Blogteguhs@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.