Menjelajah Taman Nasional Bako Sarawak

Menjelajah Taman Nasional Bako Sarawak – Ini merupakan rangkain cerita saat berkunjung ke Sarawak Malaysia beberapa waktu yang lalu. Kami para Blogger Indonesia di ajak Sarawak Tourism dan Air Asia ke Taman Nasional Bako. Taman Nasional Bako sendiri merupakan taman nasional yang didirikan pada tahun 1957 dan merupakan taman nasional tertua di Sarawak, Malaysia. Tempat ini memiliki luas wilayah 2.727 square kilometer terletak di semenanjung Muara Tebas di mulut Sungai Bako. Taman Nasional Ini berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Kuching banyak moda tranportasi untuk mencapai Taman Nasional ini.

Taman Nasional Bako

Oke lanjut keperjalanan, pagi itu cuaca sedang bagus-bagusnya, pemandu kami jeng Ana sudah berada di lobi hotel untuk segera memandu kami ke Taman Nasional Bako, beliau juga mengingat kami untuk mengecek kembali peralatan yang akan di bawa menuju kesana tak lupa beliau juga menyuruh kami mempersiapkan anti serangga karena disana merupakan taman nasional yang masih banyak hutan tentu banyak juga serangga-serangga.

Menuju Ke Taman Nasional Bako

Speedboat pengantar kami ke Taman Nasional Bako

Tibalah saatnya untuk kami berangkat menuju taman nasional Bako, Bus yang akan mengantar kami telah siap menuggu di depan hotel. Jarak dari Hotel Imperial tempat kami menginap ke Taman Nasional Bako sekitar 1 jam perjalanan, selama perjalanan Jeng Ana menjelaskan beberapa tempat yang kami lewati serta penjelasan tentang tempat yang akan kami kunjungi. Selang satu jam akhirnya rombongan kami sampai di dermaga penyebrangan, Jeng Ana langsung turun dan membeli tiket untuk menuju Ke Taman Nasional Bako. Butuh waktu sekitar 20 menit dari dermaga untuk sampai ke Taman Nasional Bako, dalam perjalanan di samping kiri dan kanan kami di pertontonkan hutan bakau yang tersebar, sayangnya kami kurang beruntung karena biasanya terdapat buaya-buaya muara yang sedang berjemur namun kali itu buaya-buaya tersebut tidak muncul, mungkin hari sudah panas ya gaes jadi buayanya berteduh wkwkw.

Pantai berpasir putih siap menyambut kami, In frame Instagram @Dodon_jerry

20 menit berlalu akhirnya kami sampai di tujuan, tidak ada dermaga untuk singgah kami akhirnya turun di bibir pantai dan langsung merasakan laut Sarawak dan di sambut batu sedimen yang memiliki corak yang indah serta hamparan pantai berpasir putih. Setelah puas berfoto di bibir pantai kami langsung menuju ke bangunan utama, disana kami lagi-lagi disambut oleh para monyet yang berkeliaran bebas disini.

Berkeliling Di Taman Nasional Bako

Jeng Ana Lagi Beliin Kami Tiket

Setelah melakukan registrasi, kami langsung di ajak Jeng Ana untuk berkeliling di sekitar Taman Nasional Bako. Butuh sekitar 2-3 Hari untuk mengelilingi seluruh tempat yang ada di Taman Nasional ini, karena waktu kami disini hanya sampai sore jadi kami hanya berkeliling ke beberapa tempat saja. Tujuan pertama kami diajak ke arah belakang bangunan utama, disana kami langsung dapat melihat seekor ular viper hijau yang sedang asyik bergelantungan diatas dahan pohon, selang beberapa langkah ke dalam kami dikejutkan oleh lompatan Bekantan atau jeng Ana menyebutnya orang Belanda hehehe karena warnanya yang putih kekuning-kuningan. Asyik melihat bekantan tiba-tiba muncul Babi berjengot dari balik semak-semak sontak hal tersebut membuat perhatian menuju ke Babi Berjengot tersebut, ia tampak tenang saat kami medekat. Mungkin mereka sudah beradaptasi dengan kehadiran manusia. Taman Nasional Bako sendiri memiliki 316 spesies tumbuhan, 22 spesies burung, 24 spesies hewan reptili dan binatang berdarah dingin, serta 57 spesies mamalia.

Babi Hutan Berjengot yang ada di Bako National Park

Setelah selesai berkeliling di kawasan ini, kami selanjutnya di ajak Jeng Ana ke tempat selanjutnya. Kali ini trek yang kami lalu lumayan jauh dan menanjak, saya sangat salut sekali dengan Jeng Ana meskipun umurnya yang sudah tidak muda lagi tapi langkahnya tetap cepat dan tidak mengenal lelah apalagi beliau juga sambil menjelaskan apa-apa saja yang terlihat disekitar. 20 menit melangkah kami berhenti di sebuah tebing dengan arah menuju pantai, disini Jeng Ana menjelaskan tentang beberapa jenis tanaman yang ada di sekitar, salah satu yang menarik  perhatian saya, beliau menjelaskan tumbuhan yang bernama tongkat ali dimana tumbuhan ini dipercaya dapat meningkatkan stamina pada pria wooooow. Setelah itu kami berjalan masuk kembali kehutan disana kami kembali menemukan hal unik yaitu sarang dari sejenis lebah hutan yang disini disebut kelulut, berbeda dengan madu yang manis. Madu dari kelulut terasa lebih masam mungkin faktor sari tumbuhan dari lebah yang menghisap yag menyebabkan madunya menjadi asam. Setelah dari sini kami berkompromi untuk kembali menuju bangunan utama karena hari sudah siang dan perut kami sudah mulai lapar kwkwkw.

Makan di taman Nasional Bako

Setelah lelah beberapa jam berkeliling kini waktunya kami mengisi perut kami, disini terdapat sebuah kantin besar yang menyediakan makanan siap saji, bagi kalian yang telah mengambil paket kalian bisa langsung makan disini secara gratis. Selain makanan berat juga terdapat es krim yang segar juga beberapa minuman kaleng serta buah-buahan namun saat makan dan minum disini kalian harus tetap waspada dengan datangnya para monyet-monyet yang berkeliaran bebas disini. Hal unik dari tempat makan disini, tidak ada pelayan yang membersihkan setiap meja selepas makan. Para konsumen diarahkan untuk meletakan tempat bekas makan di tempat yang telah disediakan serta membuang sampah-sampah bekas makan di tempat-tempat sampah yang telah disediakan. Sungguh hal yang unik dan baru bagi saya hehehe.

Melihat Tupai Terbang

Homestay yang ada di Taman Nasional Bako

Selesai makan Jeng Ana kembali mengajak kami berkeliling, namun kali ini tempat yang dituju tidak terlalu jauh, jalanannya juga tidak menanjak seperti tempat sebelumnya. Disini, kami diperlihatkan oleh jeng Ana beberapa tempat menginap / homestay bagi yang ingin mengexplore lebih jauh Taman Nasional Bako bisa menginap disini. Kami beruntung karena melihat seeor induk Tupai terbang yang sdang tidur, dikantongnya juga terdapat sang anak yang juga sedang tertidur pulas. Tupai terbang sendiri merupakan hewan nokturnal atau hewan yang lebih aktif di malam hari oleh sebab itu disiang hari mereka lebih memilih tidur. Setelah asyik memfoto hewan ini, kami berkeliling melihat keadaan sekitar sayangnya tidak ada lagi hewan yang kami temukan.

Kembali Pulang Ke Hotel

Waktu sudah menunjukan pukul 2 siang, sudah saatnya kami untuk pulang kembali ke Hotel. Speedboat disini hanya menjemput penumpang hingga pukul 3 sore, setelah itu sudah tidak ada speedboat yang bisa menjemput kami untuk kembali dermaga.

Sungguh pengalaman yang menyenangkan berkeliling ke Taman Nasional Bako, terlebih dapat melihat berbagai macam  hewan-hewan yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Apalagi suasana laut disertai hutan memberi pengalaman berbeda buat saya semoga bisa kembali kesini lagi dan bisa mengexplore seluruh tempat-tempat yang ada di Taman Nasional Bako. Jika kalian masih bingung kalian bisa mengunjungi Sarawak Tourism Disini, untuk info lengkap tentang Taman Nasional Bako ini. Sekian Tulisan saya tentang Liburan seru di Bako ini, semoga bermanfaat ya gaes!

 

Share
Oct 25, 2017 - Posted by Blogsteguh - 8 Comments
Seorang Blogger yang merangkap menjadi Engineer dari kota Pontianak, Kadang ngeselin kadang Ngangenin. Suka? Email aja ke Blogteguhs@gmail.com

8 Responses to “Menjelajah Taman Nasional Bako Sarawak”

  1. Pasti menyenangkan bisa menjelajah taman nasional.. kita bisa tahu keberagamanan yg ada di dunia ini… menyenangkan sekaligus melelahkan.. namun nambah pengalaman pastinya..

  2. Rizka says:

    Waaa enak banget bisa famtrip. Mupeng 😀

  3. Widih ada ular viper, serem! Hehe.. Lengkap ya, udah ada fasilitas makanan, jadi nggak perlu berburu kalo laper #eh

  4. Dian Safitri says:

    Seru ya bisa jalan-jalan ke Taman Nasional. Aku menargetkan bisa berkunjung ke beberapa taman nasional di pulau Jawa, kenyataannya cuma balik lagi balik lagi ke Baluran. hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *